Wednesday, February 6, 2013

7 Kejadian yang Diprediksikan Akan Terjadi Di Masa Depan

             1. angin topan akan bertiup dasyat
Badai Katrina !
Belum bisa dijelaskan apakah global warming bertanggung jawab atas terjadinya badai Katrina. Akan tetapi, ada indikasi-indikasi yang mengaitkan bahwa global warming akan menciptakan badai-badai berkategori 5 - badai Katrina sendiri berkategori 4 saat menghantam Lousiana. Kekuatan badai dimulai dari adanya air hangat dan model-model ramalan menunjukkan badai di masa depan akan menjadi lebih dahsyat seiring dengan naiknya temperatur lautan. Global warming juga membuat badai-badai itu lebih destruktif dengan naiknya permukaan laut yang memicu banjir yang lebih besar di wilayah pesisir.

2. Great Barrier Reef Lenyap dalam 20 Tahun


Great-Barrier-Gone !
Naiknya air laut akibat pemanasan global dalam 20 tahun akan menenggelamkan gugusan karang ajaib ini. Charlie, mantan kepala peneliti di Australian Institute of Marine Science mengatakan pada The Times: “Tidak ada harapan, Great Barrier akan lenyap 20 tahun lagi atau lebih. Sekali karbon dioksida (CO2) menyentuh level seperti yang diprediksi antara tahun 2030 dan 2060, seluruh karang akan lenyap. Hal ini didukung para peneliti karang dan juga semua organisasi terkait lainnya. Ini sudah kritis dan beginilah kenyataanya”. Sebagaimana yang dikutip dari perkataan Charlie dalam wawancara eksklusif.

3. Gurun Sahara Akan Menghijau


Gurun Sahara-Menghijau !
Para ilmuwan melihat tanda-tanda bahwa gurun sahara dan wilayah di sekitarnya menghijau akibat makin meningkatnya curah hujan. Hujan ini mampu merevitalisasi wilayah gersangnya sehingga menarik komunitas petani. Kecenderungan menyusutnya gurun ini dijelaskan oleh model-model iklim, yang memprediksi kembalinya ke kondisi yang merubah Sahara menjadi padang rumput subur seperti sekitar 12 ribu tahun yang lalu.

4. Hutan Amazon Akan Berubah Menjadi Gurun


Amazon-Desert !
Memiliki jutaan spesies dan cadangan 1/5 air bersih dunia, hutan Amazon merupakan hutan hujan tropis terbesar di dunia. Tapi pemanasan global dan penggundulan hutan membalikkan fungsi hutan sebagai penyerap karbon dan merubah 30-60 persen hutan menjadi padang rumput kering. Proyeksi-proyeksi menunjukkan bahwa hutan ini bisa lenyap menjelang tahun 2050.

5. Indonesia Kehilangan Ribuan Pulau


Indonesia-Island-Sink !
Akibat global warming, sedikitnya 2000 pulau kecil di kepulauan Indonesia mungkin akan hilang sebelum tahun 2030 dan hal ini diperparah sebagai konsekuensi penambangan liar dan aktivitas lain yang merusak lingkungan. Indonesia hingga saat ini telah kehilangan sedikitnya 24 dari 17.504 pulau-pulau di wilayahnya.

6. London Tenggelam Tahun 2100


London-Underwater !
Tidak hanya karang dan pulau-pulau landai yang terancam global warming. Faktanya sebuah ancaman besar juga menghantui wilayah kota besar di wilayah pantai yang beresiko tenggelam di bawah air akibat naiknya permukaan laut. Lusinan kota-kota dunia termasuk London dan New York bisa saja lenyap tenggelam menjelang akhir abad ini. Menurut penelitian yang menyebutkan bahwa global warming akan mengakibatkan naiknya permukaan air laut lebih cpt dari yg diprediksi sblmnya. London trmsk kota besar yang beresiko tinggi seperti digambarkan dalam sebuah film tahun 2007 berjudul “Flood”. Menurut para ahli kota ini akan tenggelam tidak sampai 100 tahun lagi.

7. Kepulauan Maldiva Tenggelam


Maldives Islands-Sink !
Wilayah kepulauan rendah dan flat yang dikelilingi lautan diprediksi akan ditenggelamkan oleh lautan yng mengelilinginya itu. Hal ini merupakan berita buruk bagi para penghuninya dan juga bagi dunia pariwisata yang mengandalkan pantai-pantai berpasir putih dengan air hangatnya, salah satunya adalah kepulauan Maldiva. Para peneliti memberi waktu tidak lebih dari seratus thn sbelum kepulauan ini bebar-benar lenyap ditelan samudera.

Itulah Akibat global warming yang terjadi. Mengerikan memang, meski hampir semua dari kita mungkin tidak akan mengalaminya, tetapi anak cucu kitalah yang akan menghadapinya. Mungkin sebagian orang menganggap isu global warming hanyalah bualan saja, tetapi mungkin sebagian dari kita telah merasakan naiknya temperatur di wilayah masing-masing jika dibandingkan kira-kira 10 tahun yang lalu
readmore »»  

Monday, February 4, 2013

Memahami 4 Teori Tentang Cinta


Cinta adalah emosi dasar manusia, tetapi memahami bagaimana dan mengapa hal itu terjadi bukanlah hal yang mudah. Bahkan, untuk waktu yang lama, para ilmuwan beranggapan bahwa cinta hanyalah sebuah ilmu tidak bisa mengerti. Tapi jangan khawatir, kita tetap bisa memahami apa itu cinta. Berikut ini adalah 4 teori cinta yang menjelaskan perbedaan antara cinta, suka (menyukai) dan ikatan emosional, mari kita simak;
 

1. Suka Vs Cinta

Psikolog Zick Rubin menjelaskan bahwa cinta yang romantis terdiri dari tiga unsur, yakni : keterikatan (attachment), kepedulian (caring) dan keintiman (intimacy). Keterikatan adalah kebutuhan untuk menerima perhatian dan kontak fisik dengan orang lain. Kepedulian (caring) adalah kemampuan yang anda miliki untuk menghargai dan memberikan kebahagiaan untuk orang lain. Sedangkan keintiman (intimacy) mengacu pada kebutuhan untuk berbagi pemikiran, keinginan dan perasaan dengan orang lain.
Skala Rubin tentang CintaBerdasarkan definisi tersebut, Rubin merancang skala tentang menyukai dan mencintai (Rubin’s Scales of Liking and Loving). Skala ini mengungkapkan apakah seseorang mencintai atau hanya sebatas menyukai. Dalam sebuah studi, Rubin meminta sejumlah responden untuk mengisi skala, berdasarkan bagaimana perasaan mereka kepada pasangan dan teman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perasaan terhadap teman memiliki skor tinggi pada skala menyukai dan perasaan terhadap pasangan memiliki nilai tinggi pada skala mencintai.
Cinta bukanlah konsep yang konkret dan karena itu sulit untuk diukur. Namun, Rubin’s Scales of Liking and Loving menawarkan cara untuk mengukur perasaan cinta yang kompleks.

2. Kasih Sayang Vs Gairah

Menurut profesor psikologi Universitas Hawaii, Elaine Hatfield, ada dua tipe dasar cinta, yaitu cinta kasih sayang (compassionate love) dan gairah cinta (passionate love). Cinta kasih sayang ditandai dengan adanya saling keterikatan, saling menghormati, menghargai, kepedulian dan kepercayaan. Kasih sayang biasanya tumbuh berkembang dari perasaan saling pengertian dan rasa saling menghargai satu sama lain.
Cinta?Sedangkan cinta yang dilandasi gairah (passionate love) ditandai dengan emosi yang intens, daya tarik seksual, kecemasan dan afeksi. Ketika cinta terbalaskan (reciprocated love), orang merasa gembira dan bahagia. Namun jika cinta tak terbalaskan (unreciprocated love), akan menyebabkan perasaan sedih, berkecil hati dan bahkan putus asa.
Hatfield menunjukkan bahwa cinta yang didasari oleh gairah adalah fana, karena dipengaruhi fungsi fisiologis pada manusia. Seperti anda merasa bergairah jika berada di depan seorang wanita cantik atau lelaki keren. Menurut Hatfield, idealnya, cinta adalah hubungan yang menggabungkan antara kenyamanan dan kasih sayang dengan gairah itu sendiri. Sehingga hubungan antara pasangan akan bertahan lama dan terhindar dari masalah selingkuh maupun perceraian.

3. Teori Roda Warna tentang Cinta

Pada tahun 1973, John Lee dalam buku klassik-nya The Colors of Love, menganalogikan tipe cinta dengan teori tentang roda/lingkaran warna (color wheel/color circle), yakni sebuah ilustrasi abstrak tentang keterkaitan antara warna-warna primer, warna sekunder dan warna komplementer (lihat penjelasan color wheel disini).
Color WheelSama seperti ada tiga warna utama, Lee menjelaskan bahwa ada tiga tipe utama dari cinta, yaitu adalah Eros, Ludos dan Storge. Eros adalah perasaan cinta kepada seseorang yang dianggap paling ideal. Ludos menganggap cinta sebagai sebuah permainan, sedangkan storge menganggap cinta sebatas persahabatan.
Sama halnya dengan analogi color wheel, cinta juga merupakan kombinasi antara Eros, Ludos dan Storge. Kombinasi tersebut antara lain;
  1. Mania (Eros + Ludos) = Cinta yang obsesif (Obsessive love);
  2. Pragma (Ludos + Storge) = Cinta yang realistis dan praktis (practical love);
  3. Agape (Eros + Storge) = Cinta tanpa pamrih (Selfless love)

4. Teori Segitiga tentang Cinta

Cinta segitiga yang dimaksud disini bukan yang sering kita dengar; adanya pihak ketiga dalam sebuah hubungan. Melainkan tiga komponen cinta (triangular theory of love) menurut Robert Sternberg. Sternberg menjelaskan bahwa ada tiga komponen cinta, yaitu : keintiman (intimacy), gairah (passion) dan komitmen (commitment).
  1. Keintiman – Yang meliputi perasaan keterikatan, kedekatan, keterhubungan, dll.
  2. Passion – Yang meliputi antara cinta yang romantis dan daya tarik seksual.
  3. Komitmen – Yakni keputusan untuk tetap bersama pasangan dalam waktu yang panjang.
triangular theory of love
Kombinasi yang berbeda dari ketiga komponen menghasilkan berbagai jenis cinta. Misalnya, kombinasi keintiman dan komitmen dalam cinta kasih penuh kasih sayang (compassionate love), sedangkan kombinasi gairah dan keintiman menyebabkan gairah cinta (passionate love).
Sternberg memperkenalkan istilah cinta sempurna (consummate love) untuk menggambarkan kombinasi antara keintiman, gairah dan komitmen. Hubungan yang dibangun pada dua individu akan lebih sempurna jika didasarkan pada kombinasi ketiganya. Meskipun begitu, Sternberg menyangsikan adanya cinta yang sempurna di dunia ini, bagaimana dengan anda?
Ada beberapa teori-teori cinta yang belum admin lampirkan. namun beberapa teori cinta diatas paling tidak bisa menjelaskan tentang cinta yang selama ini dianggap barang “abstrak”.

readmore »»  

Permasalahan Cinta Dikalangan Remaja


Pembaca yang budiman, sekarang ada baiknya kita bicara lebih khusus tentang masalah cinta lawan jenis. Karena ternyata cinta jenis inilah yang seringkali membuat persoalan menjadi runyam. Cinta jenis ini pula yang sering mendorong orang untuk menjadi sosok pemabuk cinta, yang lupa diri dan tenggelam dalam ilusi cinta yang ia buat sendiri. Banyak peristiwa yang telah hadir di depan mata kita menunjukkan bahwa telah terjadi banyak persoalan yang terjadi karena cinta pada lawan jenis. Beberapa faktor penyebabnya antara lain:
1. Terlau Belia Mengenal Cinta
Zaman yang luar biasa ini nampaknya mempercepat proses remaja mengenal cinta. Di usia mereka yang sangat belia, mereka sudah mulai merasakan ada perasaan lain dalam dirinya terhadap teman lawan jenisnya. Ada sebuah kisah lucu dari seorang anak berusia TK. Sebut saja namanya Bunga. Saat Bunga hendak diajak bersepeda bersama ayahnya ia menolak. Ketika ditanya kenapa dia menolak, ia berkata, “Aku nggak mau diboncengin Ayah. Nanti orang mengira aku istrinya Ayah.” Sontak semua orang tertawa. Tak ada yang menyangka kalimat itu keluar dari mulutnya yang mungil. Saya kemudian bertanya-tanya, “Kok anak sekecil itu bisa-bisanya berfikir semacam itu? Siapa yang mengajarinya? Atau apakah karena televisi yang menjadi guru besarnya?”
Di kota besar seperti Jakarta, seorang psikolog pernah bertutur betapa ana usia SD sudah berfikir tentang cinta dan seks. Hal ini ia ketahui saat mengadakan survey di beberapa SD di Jakarta. Mereka bahkan sudah bertanya apa alat kontrasepsi itu. Hemm, Astaghfirullah…! Fenomena yang terjadi menunjukkan usia mereka yang belia tidak mampu menandingi kedahsyatan cinta. Mereka belumlah cukup umur untuk mengelola cinta yang mereka miliki. Akhirnya yang terjadi adalah cerita pilu tentang pacaran yang salah jalan dan salah arah. (heart_beat)

2. Tidak Bisa Membedakan Simpati, Naksir dan Cinta Sejati
Saat tertarik kepada seorang teman di usia belia, umumnya remaja tidak bisa membedakan antara ketiga hal itu. Mereka dilanda kebingungan “Apakah saya sedang jatuh cinta beneran, atau hanya sekedar naksir dan simpati saja?”. Lelaki dan perempuan memiliki tingkat ketertarikan yang berbeda. Lelaki biasanya tertarik pada aspek penampilan, seberapa tinggi kejelian matanya menilai seorang gadis. Sehingga bila ia tidak dibimbing hidayah, mungkin setiap kali ada perempuan cantik, ia akan selalu bilang “Kamu adalah cinta sejatiku.” Padahal boleh jadi itu hanya semata naksir saja dan tidak lebih dari itu. Ketika melihat seorang perempuan berkerudung dan terlihat mengenaskan, ia mungkin iba. Sehingga ia tertarik untuk menolongnya. Lagi-lagi ia merasa telah jatuh cinta pada gadis itu, Padahal boleh jadi itu hanyalah perasaan simpati saja.
Jadi ketiga hal ini sangat susah dibedakan. Perasaan simpati kadang diartikan naksir dan naksir kadang sudah diartikan sebagai cinta sejati. Lebih payah lagi bila seseorang mudah jatuh cinta. Setiap melihat wanita yang berbeda, ia akan simpati dan naksir padanya. Hal ini akan menjadi sebuh masalah jika ia tidak bisa mengendalikan diri dengan menahan pandangannya terhadp wanita. Simpati tidak menuntut komitmen, demikian pula naksir. Keduanya hampir mirip sifatnya. Beda halnya dengan jatuh cinta, karena jatuh cinta membutuhkan komitmen dan pengorbanan.
3. Tidak Bisa Mengukur Kadarnya
Sebagian besar para remaja merasa seperti berada di istana langit bila sudah jatuh cinta. Sepertinya hatinya ingin meledak karena bahagia. Bila tidak diwaspadai mereka akan dibutakan oleh cinta. Besarnya cinta yang mereka rasakan menghilangkan akal sehatnya. Pikirannya kacau, dan hatinya selalu gelisah. Mereka tidak bisa lagi membedakan apakah sebuah tindakan disebut konyol ataukah tidak hanya demi menyenangkan hati kekasihnya. Mereka juga tidak bisa lagi mengukur apakah tindakannya sudah masuk kategori berlebihan ataukah tidak. Maka tidaklah mengherankan bila seorang perempuan merelakan kegadisannya pada kekasihnya atas nama cinta. Na’udzubillah…
Seringkali logika dosa & tidak dosa sudah tidak menjadi pertimbangan dalam bertindak. Asalkan mereka suka, mereka akan melakukannya. Tidak ingat apa perintah Allah, tidak juga ingat apa larangan-Nya. Akal sehatnya telah tunduk pada rasa cinta yang telah menggelora.
4. Terlalu Naif dan Polos
Wajah imut para remaja belia ini seolah mencerminkan betapa lugu dan polosnya mereka. Cinta yang mereka rasakan seolah adalah cinta sepenuh hati dan sepenuh cinta yang akan mereka rasakan selamanya. Padahal boleh jadi teman yang menjadi kekasihnya hanya iseng belaka. Kekasihnya ternyata sama sekali tidak menganggap itu sebuah hubungan cinta, hanya main-main dan pengisi waktu luang saja. Seolah, sekali dia mengenal cinta, maka itu adalah hati yang paling tepat untuk berlabuh. Padahal usianya baru usia anak SMP. Lelaki yang pertama yang menyatakan suka padanya, memberi perhatian lebih dari lelaki lain, adalah lelaki yang tidak akan pernah ia lupakan. Lelaki itulah yang kemudian sangat ia taati dan ia kagumi. Mereka tidak sadar bahwa boleh jadi itu hanya perasaan emosi sesaat saja. Karena seiring usia mereka bertambah, pengetahuan mereka tentang dunia pergaulan juga akan semakin bertambah.
Kenaifan dan kepolosan mereka dikarenakan usia mereka yang masih labil. Mereka masih bingung dalam membuat keputusan dan seringkali gamang dalam menentukan pilihan tindakan. Toh, bilapun meeka sudah memilih, pilihan itu akan mudah goyah dan rapuh bila diterjang kritikan dan umpatan dari teman-temannya.
5. Lebih Didorong Nafsu, Bukan Cinta
Hubungan cinta diusia muda seperti orang yang haus bertemu dengan segelas air yang segar dan menyegarkan. Disaat remaja belia sedang mulai merintis libido, datanglah orang yang dicintai. Kontan saja hal ini bak orang yang sedang haus kemudian datang segelas air segar kepadanya. Sehingga tidaklah berlebihan jika disimpulkan ketertarikan antar lawan jenis saat itu lebih didasarkan pada aspek emosi sesaat dan bukan karena cinta. Pada persoalan ini, lelaki lebih mudah tertarik dengan tampilan fisik. Wajah yang manis, ayau dan mempesona selalu menjadi perhatian utama, apalagi bila perempuan itu memiliki tubuh yang semampai. Dan ironisnya, ketika dia sudah merasa jatuh cinta pada seorang wanita, dengan mudahnya ia berpindah orang hanya karena orang itu lebih cantik dan lebih menarik. Oleh karena itu, remaja di usia ini jarang yang ditemukan setia dengan komitmennya. Karena mata mereka lebih liar daripada serigala di hutan. Mata yang selalu jelalatan memandang aurat yang diumbar di pasar dan jalan-jalan.
readmore »»  

7 Fakta Tentang Mimpi


MimpiAnda pernah bermimpi, semua pembaca pasti pernah mengalami hal ini bukan? Mimpi bisa menjadi hal yang menarik, menyenangkan, menakutkan atau hal-hal aneh yang tak masuk akal. Mengapa kita bermimpi masih menjadi salah satu pertanyaan terbesar dalam psikologi yang “belum terjawab”, meskipun banyak ahli mencoba mendefinisikan tentang mimpi, termasuk Sigmund Freud. Namun demikian, saat ini ilmuwan masih terus menelusuri dan meneliti tentang mimpi. Dan masih banyak orang yang menerka-nerka tentang mimpi, bahkan dijadikan rujukan nomor togel, firasat, rezeki bahkan musibah. Oh no…..!
Mimpi bisa menjadi bermakna pada setiap orang, namun ada yang menganggapnya sebagai bunga tidur. Penasaran? berikut 7 fakta menarik tentang mimpi. Fakta tersebut berdasarkan hasil riset terhadap orang-orang yang mengalami mimpi.
1. Setiap Orang Pernah Bermimpi
Ya, setiap orang mengalami yang namanya mimpi, pria, wanita dan seorang bayi, bahkan orang yang mengaku tidak pernah bermimpi pun dalam sebuah riset terbukti mengalami mimpi. Dalam beberapa penelitian tentang orang-orang yang mengaku tidak pernah bermimpi, saat dilakukan riset yang dibantu pengukuran Rapid eye movement sleep (REM sleep), ditemukan bahwa mereka juga bermimpi. Namun kesulitan untuk mengingat mimpi tersebut saat terbangun.


2. Mimpi Sulit untuk Diingat
Hasil penelitian tentang mimpi yang dilakukan J. Allan Hobson, menyebutkan sebanyak 95 persen dari semua mimpi dengan cepat dilupakan sesaat setelah bangun tidur. Mengapa mimpi kita sulit untuk diingat? Menurut salah satu hasil penelitian tsb mengatakan bahwa perubahan dalam otak yang terjadi selama tidur tidak mendukung pengolahan informasi dan penyimpanan yang diperlukan untuk pembentukan memori. Scan otak individu yang sedang tidur menunjukkan bahwa lobus frontal, daerah yang memainkan peran kunci dalam pembentukan memori, tidak aktif selama tidur REM, tahap di mana bermimpi terjadi.


3. Tidak Semua Mimpi memiliki Warna
Anda ingat mimpi anda? kalau ingat, apa kira-kira warna yang muncul dalam mimpi anda? Hitam putih? Merah atau Pink…?? sebanyak 80% dari semua mimpi memiliki warna, namun sedikit yang bisa menjelaskan warna tersebut, dan hanya memperkirakan warna tersebut hanya hitam dan putih. Sebagian besar subyek penelitian mengaku hanya melihat warna-warna lembut/bayangan dalam mimpi mereka. Bagaimana dengan anda?


4. Lelaki dan perempuan memiliki mimpi yang berbeda
Para peneliti telah menemukan sejumlah perbedaan antara pria dan wanita ketika ‘melihat’ isi dari mimpi mereka. Dalam sebuah penelitian, William Domhoff mengatakan, pria lebih banyak bermimpi tentang agresifitas dan maskulinitas. Sedangkan perempuan cenderung untuk memiliki mimpi sedikit lebih panjang mirip sebuah kisah. Dalam mimpi pria, ‘seorang wanita’ seringkali hadir dan lebih dominan dalam mimpi mereka. Sedangkan perempuan, prosentase kehadiran keduanya (pria dan wanita) dalam mimpi sama besarnya.


5. Binatang juga Bermimpi?
Apakah Anda pernah melihat seekor kucing mengibas ekornya saat tidur atau memindahkan kakinya saat tidur? Meskipun sulit untuk mengatakan dengan pasti apakah binatang itu benar-benar bermimpi, peneliti percaya bahwa ada kemungkinan bahwa binatang memang bermimpi. Sama seperti manusia, hewan melalui tahapan-tahapan tidur yang mencakup siklus tidur ; rapid eye movement (REM) dan Non-rapid eye movement (NREM). Dalam sebuah penelitian, gorila diajarkan bahasa isyarat sebagai alat komunikasi. Hasilnya, gorila “memilih” sebuah gambar, mungkin menunjukkan pengalaman bermimpi. Anda boleh percaya boleh tidak….


6. Anda dapat mengontrol isi Mimpi Anda
Dalam Lucid Dream, si pemimpi mungkin dapat melakukan kontrol dan berpartisipasi dalam mimpi, mengendalikan isi mimpi atau memanipulasi pengalaman imajiner mereka dalam lingkungan mimpi. Lucid dream, sebuah istilah yang diperkenalkan oleh Frederik van Eeden, psikiatris asal belanda mengatakan bahwa terkadang kita bisa mengontrol mimpi kita, bahkan ‘melanjutkan’ mimpi tersebut saat sejenak kita terbangun. Anda pernah bermimpi indah tapi tiba-tiba terbangun? Dan saat tidur kembali anda ingin sekali melanjutkan mimpi tersebut? Saya yakin, satu dari sekian juta kali kita bermimpi terkadang mimpi tersebut memang benar-benar berlanjut.


7. Emosi Negatif selalu mengiring Mimpi Anda
Selama jangka waktu lebih dari empat puluh tahun, peneliti Calvin S. Balai mengumpulkan lebih dari 50.000 laporan mimpi dari mahasiswa. Laporan-laporan ini dibuat pada 1990-an dan mengungkapkan bahwa banyak emosi yang dialami selama mimpi termasuk sukacita, kebahagiaan dan ketakutan. Emosi yang paling umum dialami dalam mimpi adalah kegelisahan, dan emosi negatif secara umum adalah jauh lebih umum daripada yang positif. Bagaimana dengan anda?

Sebetulnya masih banyak lagi fakta menarik tentang mimpi, namun untuk sementara 7 hal tersebut diatas relevan dan mudah dipahami kita semua. Fakta bahwa mimpi bisa menjadi begitu banyak interpretasi yang menarik inilah yang menyebabkan banyak orang percaya bahwa ada arti dalam mimpi kita. Selamat berakhir pekan…
readmore »»